Konflik Kepentingan (Conflict of Interest Policy)
Kebijakan Konflik Kepentingan (Conflict of Interest / Competing Interests Policy) — Transparansi mengenai potensi konflik kepentingan sangat krusial untuk memastikan bahwa hasil pengabdian masyarakat dan kajian kesehatan yang dipublikasikan di Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK) bebas dari bias komersial, finansial, maupun relasi personal.
1. Kewajiban Pernyataan bagi Penulis
Penulis wajib mengungkapkan seluruh potensi benturan kepentingan dalam naskah mereka pada bagian akhir sebelum Daftar Pustaka:
- Dukungan Finansial: Bantuan hibah, dana operasional pengabdian, honorarium, kepemilikan saham, atau pendanaan dari industri obat/alat kesehatan yang relevan.
- Kepentingan Non-Finansial: Hubungan personal, keanggotaan dalam organisasi advokasi, atau komitmen politik yang dapat mempengaruhi interpretasi hasil kegiatan.
- Pernyataan Tidak Ada Konflik: Jika tidak terdapat benturan kepentingan, penulis wajib secara eksplisit mencantumkan: "The authors declare that they have no competing interests / Penulis menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan."
2. Kewajiban bagi Mitra Bestari (Reviewer)
Reviewer wajib mendeklarasikan potensi konflik kepentingan sebelum menerima penugasan review:
- Reviewer wajib menolak (recuse) penugasan telaah apabila memiliki kolaborasi penelitian/publikasi bersama penulis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
- Reviewer wajib menolak penugasan jika berasal dari institusi, departemen, atau laboratorium yang sama dengan salah satu penulis.
- Reviewer dilarang memanfaatkan data atau temuan yang diperoleh dari naskah yang ditelaah untuk kepentingan pribadi sebelum naskah tersebut resmi diterbitkan.
3. Kewajiban Dewan Redaksi (Editors)
Editor yang memiliki hubungan keluarga, relasi profesional dekat, atau keterlibatan naskah (misalnya editor merupakan salah satu penulis naskah yang diajukan) dilarang keras menangani naskah tersebut. Penugasan penelaah dan keputusan penerbitan akan didelegasikan secara penuh kepada editor independen lain dalam dewan redaksi.